Tak pernah aku menduga sebelumnya bahwa ternyata aku masih seperti yang dulu. seorang anak yang tak pernah tau akan resiko atas segala tindakanya. entah mengapa tuhan memberikan semua ini kepadaku. indah, kadang semua ini terasa indah, dikala tak seorangpun berniat mengambil jalan ini, namun aku mengambil jalan ini dengan pedenya tanpa memperhitungkan matang-matang akan segala akibat yang terjadi. padahal tak lama setelah aku ambil keputusan itu sesal selalu datang dalam hati, ingin rasanya membatalkan apa yang aku putuskan, namun dengan berat hati aku tetap menjalani semuanya dengan penuh tanggung jawab, sembari berharap pada Tuhan agar mendapat peetunjuk dan bimbingan-Nya.
Memang tak semua yang kuambil adalah salah, kadang keisenganku juga mendapat sambutan yang baik dari rekan-rekanku, namun tak jarang pula aku dianggap kurang normal (idiot)hanya gara-gara celetupan yang muncul dari lidahku. tapi bukan itu yang aku pikirkan, yang penting aku tetap berkarya dengan akal sehatku. karena inilah yang aku bisa lakukan, mencoba meyakinkan diri dan orang disekitar agar sesuatunya menjadi lebih nyaman untuk dijalani.
Mimpi ini takan pernah hilang dari diriku, hingga suatu saat waktu yang akan menjawab, meski pedih dan derita selalu mengiringi, namun bukankah memang seperti itu yang namanya hidup? tak perlu dirisaukan karena telah ada yang menjamin kehidupan kita Ia-lah yang maha hidup dan ia lebih dekat dari urat nadi kita, dan mengabulkan do'a kita.