group

group

Rabu, 29 Mei 2013

setetes air Hitam


Setetes Air Hitam

Darah segar masih tercium diujung pagi
ketika seorang anak manusia beranjak dewasa
Terbangun dari atas ranjang bambu yang telah renta
Menelisik lirih dalam dada akan ganasnya perjalanan dunia
Tak tahu sampai kapan ia mampu menjalaninya
Hanya keyakinan yang membuatnya tetap bertahan hidup hingga kini
Sebuah harapan yang mampu menjadikan hidup terasa berarti

Dinegeriku yang damai diatas kebinekaan
Tanah subur nan hijau membentang luas tak terkira
Gunung-gunung menjulang tinggi megah membahana
Lautan biru, dalam, jernih, berjuta satwa terkandung didalamnya
Udara bersih tanpa asap tanpa polusi
Sebuah negeri impian bagi semua

Namun kini
Ia tengah menangis dalam duka
Jutaan emas dan perak direnggut oleh tangan buta yang nista
Kebencian tiada batas mengatasnamakan agama
Simpanan si miskin raib dibawa kabur para penguasa durjana
Jangankan kakap dan udang, ubur-ubur malang dijarah tiada jera

Oh… betapa sakitnya hati ini
Bagaikan ribuan jarum menusuk tepian hati
Darah hitam mengembas pelan menyiksa
Seolah tak rela tuk tinggalkan jiwa yang tengah gulana
Namun apalah daya aku ini
Hanya anak dekil yang cinta pada negerinya
Berharap semua kebaikan terlimpah padanya
Berkah Illahi terpancar di setiap sudut jiwa

Adakah kiranya disana
Para wakilku yang duduk di atas kursi mewah nan indah
Sedikit peduli akan cintaku yang tak terbalas ini
Cinta suci yang dulu pernah kita miliki bersama
Saling berbagi dan berharap bahagia di ujung cerita
Bersama tersenyum di bukit nusantara
Mendayung sampan kecil di sela ombak  di danau sutera
Menebarkan damai untuk semua

Untukmu wahai negeriku
Kusembahkan sisa darah dan nafasku




Karya Darmono, lahir di Banajarnegara 01 September 1989.  Mahasiswa S1 jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang,


2 komentar:

  1. KEREN, Lanjutkan Perjuanganmu mz bro, CemunguD

    BalasHapus
  2. Makasih telah berkunjung, maaf tidak sempat menyuguhkan teh, hehe

    BalasHapus