group

group

Kamis, 28 November 2013

San Cai

San Cai
          Sesosok nama yang selalu menghiasi perbincangan disetiap hari.
Lilik Suryani, gadis ini sangat mahir melafalkan nama San Cai sambil melirik aku, aku ga' tau darimana ia tahu nama itu, sebuah nama yang sangat rahasia bagi aku.

***
          Matahari telah meninggi ketika ku genjot pedal starter motor bututku
aku bersiap menjalani aktivitas harian, jalanan sempit kulewati bersama puluhan pengendara sepeda motor, kulihat kanan-kiri jalan, nampak sesosok gadis berambut lurus sebahu. mata tajam, kulit sawo matang, hidung yang tak terlalu mancung, alis indah, terlihat semakin menarik ketika bibirnya menunjukan senyum simpulnya.

        Roda semakin cepat ketika sampai di turunan pasar krempyeng, gadis itu pun berlalu, aku asyik menikmati jalanan yag padat, perlahan kutambah gas motor bututku.
kasihan sekal butut itu seolah ia teriak kecapaian, suaranya yang semakin serak menandakan ia tak kuat lagi berlari, semakin lama ia semakin terdengar serak, mungkin ia menangis namun aku kurang memahami perasaanya, ia yang dulu pernah dipuja sekarang masih tetap aku kagumi dengan bodinya yang tak lagi ideal, bahkan kulitnya tak mulus lagi, kepalanyapun tak terlihat berambut menawan seperti dulu. namun, akutetap terpesona oleh kesetiaanya, dia selalu menemaniku kemanapun aku pergi, menjadi tempat curhat, tempat mengadu, dan penghibur disaat aku pilu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar