dua minggu sudah sejak saat aku menemuinya di emperan toko, wajah sendu berhiaskan mata redup nan teduh menambahkan kesan pendiam pada diri seorang gadis berjilbab satin itu. kala itu dia sedang duduk sendiri di emperan toko yang menjual berbagai pernak-pernik aksesoris wanita. sambil mengenggam HP jadul miliknya Ia tampak gusar menunggu kehadiran seseorang, tatapanya kadang terjurus pada angkot yang berhendi di antara padatnya jalanan. seperti halnya sosok Droupadi yang menunggu kedatangan Yudistira, haha lebai!
jauah d kejauhan tampak seorang nenek tua menjinjing ember air, mungkin saja di dalamnya berisi air, atau cucian basah, atu mungkin juga batu akik yang baru di dapatnya di dasar sungai klawing di purbalingga sana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar