Hari ini, Selasa, 18 April 2017. aku masih duduk di atas kursi lipat beralaskan karpet. baju putih celana hitam khas anak sekolah masih menempel lekat menutupi badan yang mulai penguk karena keringat yang berjubel. Tampak dosen senior Dr. Endang Poerwanti duduk manis dibalik meja besar berwarna hitam, sesekali Beliau mendekati mahasiswa untuk memberikan bimbingan individual disamping bimbingan klasikal. suaranya masih sangat jelas sekalipun usia sudah tidak lagi muda. pengalaman hidup yang begitu matang membuatnya indah dalam setiap untaian kata yang terlontar dari lisan yang mulia itu.
31 Mahasiswa berjuang keras mengikuti work shop perangkat pembelajaran. Unik ekspresi masing-masing. Febri masih seperti biasa duduk di pojok ruang kelas, bersandar pada almari hitam bersaun kaca. sementara di sebelah kanannya Yuni Erma Safitri tengah asyik mengamati Gadget, mungkin sedang melakukan proses pengamatan. bagian dari saintific aproach. tak ketinggalan salah seorang sahabat perempuan Yuni, dialah Fitria Fatmawati alias Pipiet. sosok panutan bagi teman-teman yang lain. mungkin sahabat telah mafhum bahwa kedewasaan pikir memang tak dapat diabaikan. kematangan psikis serta akademik membuatnya terlihat begitu anggun.
Beginilah urutan berikutnya Nezi rahmadeni, Ifmelia, Ervira Mareza, Oki Dika Gura, Eko Febrian, Tya Pritaweni, Ika Sari Listyowati, Rika Febri feronika, Yulia Septi Yona, Yulis Marika Putri, Mila Arifa, Satoto, Rahmi Anake, Kharisma Amalia Balqis, Istiqomah, Dina Rizkiana, Alhusna hilda, Valinda Yustia, Etika Dwi Pangesti, Trisna Novinda, Lasmaniar Sinambela, Ibrohim Abah Imron, Ayu Sulisetyo Rini Minki Bintari, Ari Gunawan, Muhamad Miftakhur Rohman, Mazidatul Atiyah.
Cerita menarik dari seorang "Eyang Putri" panggilan akrab Dr. Endang Poerwanti menambah hangat suasana Malang pada sore yang kian dingin membeku. Masih pada situasi dan tempat yang sama, sebagian mahasiswa telah mulai mendelosor, dan berselonjor, mungkin sekedar melenturkan otot-otot yang sedari pagi telah terpasung diatas kursi perkuliahan. Duduk diatas kursi ini memang begitu menguras tenaga, sekalipun hanya duduk. terbayangkan bagaimana bentuk darah yang tiada pernah dibawa berolahraga. seharian penuh hanya duduk menghadap laptop dengan seperangkat lembar kerja yang memburu waktu.