group

group

Senin, 17 April 2017

Aku Pernah Jadi Pengusaha



SEMANGAT
(dua tahun yang lalu)
Ini adalah hari Senin Manis, hari yang ditunggu-tunggu para pedagang pasar Karang Kobar, karena pada hari ini semua pedagang dan pembeli tumpah ruah di semua sudut pasar. Mungkin kita semua telah mafhum bahwa hari pasaran itu ada lima, yaitu manis/legi, pahing, pon, wage, dan kliwon.
Jarum jam menunjukan pukul 5 pagi, aku bergegas mengemasi gula daganganku untuk dimuat oleh mobil tlompak ke pasar yang selanjutnya dijajakan ke toko-toko. Alhamdulillah cuaca pagi ini sungguh cerah, udara berhembus begitu sejuknya, daun-daun dan rerumputan masih basah oleh embun. Di atas atap terdengar suara burung pleci bersahutan, mungkin mereka sedang merebutkan sarapan yang cuma secuwil. Ga’ tahu ah, biarin mereka rebutan. Toh suara ribut mereka membuat suasana menjad semakin asri.
Pinten mas gulane? (berapa mas gulanya?)
Rolas lima (duabelas ribu lima ratus rupiah), jawabku.
Lha kok larang temen mas, gula ka mundak saben dina (lho kok mahal sekali mas, gula kok setiap hari naik).
Lah wong sekang gone juragane watek regane uwis larang (memang dari pabrik harganya sudah mahal).
Donge ya dikurangi sepira-pira mbokan ya mas! (harusnya dikurangi berapa lah mas!).
Jen ora bisa babar blas niku mba, saniki regine awis sanget (beneran tidak bisa sama sekali. Sekarang harganya sangat mahal).
            Begitulah percakapan yang terjadi pada awal pagi itu di salah satu sudut pasar. Percakapan wajar antara seorang penjual dan pembeli, begitu dan begitu terus berlanjut hingga datang seorang lelaki muda kurus berkulit putih.
Pak gendise ken pinten?” (pak gulanya ditawarkan berapa?), begitu tanyanya padaku.
Kalih welas setengah pak!” (duabelas setengah pak!).
Deneng awis temen ya pak?”. (kok mahal sekali pak?).
Enggih niku, saniki regine seg awis sanget!” (iya sekarang harganya sedang mahal sekali!).
Yauwis, kula di paringi gangsalwelas, di jujugaken meng tokone inyong ya!”. (yasudah, aku diberi 15 kantong. Antarkan ke toko saya ya!).
Enggih pak!”. (baik pak).
            Allhamdulillah, gumamku dalam hati, akhirnya ada juga yang membeli dalam jumlah banyak. 15 kantong. Itu artinya 150 kg = 1500 ons, atau lebih tepatnya 1.500.000  gr.
Wah, betapa bahagianya aku. kerja kerasku selama setahun  berbuah pelanggan besar coy….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar