SEMANGAT
(dua tahun yang lalu)
Ini adalah hari Senin
Manis, hari yang ditunggu-tunggu
para pedagang pasar Karang Kobar, karena pada hari ini semua
pedagang dan pembeli tumpah ruah di semua sudut pasar. Mungkin kita semua telah
mafhum bahwa hari pasaran itu ada
lima, yaitu manis/legi, pahing, pon, wage, dan kliwon.
Jarum jam menunjukan pukul 5 pagi, aku bergegas
mengemasi gula daganganku untuk dimuat oleh mobil tlompak ke pasar yang selanjutnya dijajakan ke toko-toko.
Alhamdulillah cuaca pagi ini sungguh cerah, udara berhembus begitu sejuknya,
daun-daun dan rerumputan masih basah oleh embun. Di atas atap terdengar suara burung
pleci bersahutan, mungkin mereka sedang merebutkan sarapan yang cuma secuwil. Ga’ tahu ah, biarin
mereka rebutan. Toh suara ribut
mereka membuat suasana menjad semakin asri.
Pinten mas gulane? (berapa mas gulanya?)
Rolas lima (duabelas
ribu lima ratus rupiah), jawabku.
Lha kok larang temen mas, gula ka mundak
saben dina (lho kok mahal sekali mas, gula kok
setiap hari naik).
Lah wong sekang gone juragane watek regane
uwis larang (memang dari pabrik harganya sudah
mahal).
Donge ya dikurangi sepira-pira mbokan ya mas! (harusnya dikurangi berapa lah mas!).
Jen ora bisa babar blas niku mba, saniki
regine awis sanget (beneran tidak bisa sama
sekali. Sekarang harganya sangat mahal).
Begitulah
percakapan yang terjadi pada awal
pagi itu di salah satu sudut pasar. Percakapan
wajar antara seorang penjual dan pembeli, begitu dan begitu terus berlanjut hingga datang
seorang lelaki muda kurus berkulit putih.
“Pak
gendise ken pinten?” (pak gulanya ditawarkan
berapa?), begitu tanyanya padaku.
“Kalih
welas setengah pak!” (duabelas setengah pak!).
“Deneng
awis temen ya pak?”. (kok mahal sekali pak?).
“Enggih
niku, saniki regine seg awis sanget!” (iya
sekarang harganya sedang mahal sekali!).
“Yauwis,
kula di paringi
gangsalwelas, di jujugaken meng tokone inyong ya!”.
(yasudah, aku diberi 15 kantong. Antarkan ke toko saya ya!).
“Enggih
pak!”. (baik pak).
Allhamdulillah, gumamku dalam hati,
akhirnya ada juga yang membeli dalam jumlah banyak. 15 kantong. Itu
artinya 150 kg = 1500 ons, atau lebih tepatnya 1.500.000 gr.
Wah,
betapa bahagianya aku. kerja
kerasku selama setahun berbuah pelanggan
besar coy….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar