group

group

Selasa, 28 Maret 2017

Kalibombong Punya Cerita

                                               (foto: Siswa SDN Kalibombong 1)                 
Mereka adalah generasi penerus yang akan menjadi pemimpin pada masa depan. Lahir diantara rimbun bambu dan pohon sengon tak menjadi penghalang untuk maju. Sebentuk do'a dari ibu telah cukup dijadikan penyemangat dalam menggapai cita-cita. Uang saku yang tak seberapa memang kadang membuat kita merasa minder saat di kantin sekolah. Saat yang lain memesan bakso, kita hanya mampu memesan bakwan. Saat teman memesan soto, kita hanya mampu mengigit jari yang asin karena habis ngupil, atau bahkan mengigit pucuk baju yang hitam karena terlalu sering terkena iler. Bagiku itu tak masalah, asalkan bisa memandang wajahmu. Iya kamu. kamu yang aku cinta...............

Minggu, 05 Maret 2017

Suku Dayak Benuaq


Dayak Benuaq Kalimantan Timur

 

Perbandingan bahasa Dayak Benuaq Dengan Bahasa Lain di Indonesia

No
Bahasa indonesia
Dayak
Jawa
Minang
 
1
Satu
Erai
Siji
Ciek
 
 
2
Dua
Duaq
Loro
Duo
 
 
3
Tiga
Tolu
Telu
Tigo
 
 
4
Empat
Opat
Papat
Ampek
 
 
5
Lima
Limaq
Lima
Limo
 
 
6
Enam
Jawetn
Enem
Anam
 
 
7
Tujuh
Turu
Pitu
Tujuah
 
 
8
Delapan
Walo
Wolu
Lapan
 
 
9
Sembilan
Sie
Sanga
Sambilan
 
 
10
Sepuluh
sepuluh
Sepuluh
Sapuluah
 
 

 

Begitulah beberapa kata dalam bahasa dayak jika dibandingkan dengan bahasa lain di Indonesia, maka akan terlihat persamaan dan perbedaanya. Ada beberapa yang menyerupai bahasa Indonesia, dan beberapa diantaranya juga serupa dengan bahasa jawa, namun terdapat perbedaan dalam penyebutanya, ini tidak terlepas dari dialek yang berkembang pada masyarakat Dayak yang secara awam akan terdengar tegas, bahkan ketika mendengar mereka bercakap-cakap seakan kita sedang menonton film Thailand, hehe. Kadang pikirku apakah mereka ada hubungan kekerabatan dengan Kun Nam (tokoh dalam serial the Litle Thing called Love). Ah entahlah, karena selain dari aksentuasi bahasa, wajah mereka juga mirip dengan Top (tokoh film Top Secret 2012). Kadang khayalanku tentang orang Dayak menggelitik keinginanku untuk tahu lebih banyak tentang asal-usul, serta kebudayaan mereka

                Berdasarkan beberapa buku yang saya abaca bahwa Suku Dayak yang ada di Kalimantan termasuk dalam ras…… yang merupakan ras besar yang mendiami sebagian wilayah……

Ras Ini memiliki cirri fisik yang khas, yaitu diantaranya berkulit putih, mata sipit, tinggi badan rata-rata laki-laki antara 160-170 cm, dan wanita antara 145-165 cm.

Subunsur kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat Dayak juga khas, ini karena dipengaruhi oleh factor lingkungan hidup. Rata-rata suku Dayak bertempat tinggal di sepanjang aliran sungai Mahakam dan Barito, serta beberapa anak sungai yang ada di Kalimantan. Maka dari itu kehidupan mereka tidak jauh dari sungai,mulai dari hal sederhana seperti mandi, mencuci, kakus, kegiatan ini akan banyak kita jumpai pada waktu pagi setelah matahari terbit dan pada senja menjelang matahari terbenam. Seolah-olah ini adalah ritual wajib yang telah melekat kuat bagi para penganutnya, hehe. Siang harinya kaum pria turun ke sungai untuk menangkap ikan. Bagi sebagian masyarakat Dayak ikan adalah makanan pendamping nasi yang wajib ada dalam setiap waktu makan tiba.

Lebih besar dari itu sungai juga menjadi sangat penting. Lihat saja sistem transportasi tradisional yang ada, perahu merupakan alat transportasi vital, untuk berbagai keperluan seperti mengangkut hasil pertanian, mengangkut ternak, mengangkut anak sekolah, mengangkut Ibu-ibu yang mau ke pasar, mengangkut guru yang mau mengajar, mengangkut petani yang mau nugal (menebar benih), dan mengangkut bujang lapuk yang mau menemui kekasihnya yang tengah bekerja di warung penjual umbut (rotan muda) di percabangan sungai pahu yang mulai mongering karena kemarau berkepanjangan.

 

Sabtu, 04 Maret 2017

Bumi Arema

        Hay… bagaimana kabar kamu disana?. Aku berharap kamu sehat dan selalu riang seperti saat aku meninggalkanmu dua bulan yang lalu. Memang aku saat itu tidak menjelaskan padamu secara gambling tentang keperianku ini. Namun, hendaknya semua ini tidak mengurangi rasa percaya kamu padaku. Kalung merjan yang kau berikan dulu di atas bukit Savi masih kupakai setiap hari, bahkan ketika aku mandi sekalipun tidak kulepas. Hal ini sengaja kulakukan sebagai bentuk kesetiaanku padamu. Takan pernah ada yang mampu menggantikan dirimu walau sedetikpun.
          Vy, Lovy. Saat ini aku sibuk dengan tugas kuliah di kampus baru. Beberapa mata kuliah dapat aku pelajari segera. Namun untuk beberapa mata kuliah yang lain masih perlu adaptasi. Beeberapa diantaranya terasa begitu asing. Rasanya benar-benar butuh perjuangan agar dapat menyesuaikan diri dengan pembelajaran yang sekarang.
 
         pada suatu Sabtu, rasa jenuh menghampiri. Malas gerak rasanya diri ini. mandipun seakan tak menyegarkan lagi, bahkan sekedar membasahi wajah dengan air saja begitu berat untuk dilakukan. seolah-olah kamar mandi ada tulisannya IGD. semua orang jelas merasa enggan untuk memasukinya. Dari balik jendela terdengar sayup-sayup suara para gadis berceloteh. kucoba menoleh ke seberang sana. berharap salah satu diantara yang bercakap itu adalah kamu. perempuan semampai yang selalu tergantung di pelupuk mata.
 
        Selimut tebal itu kusingkirkan segera. hati kecil mengatakan bahwa kemalasan bukanlah sesuatu yang menakutkan, ia masih bisa dilawan dengan kemauan. Strategi yang baik harus segera disusun untuk menghadapi tokoh ini. banyak diantaranya yang hancur berantakan dipecundangi olehnya. namun tidak begitu dengan aku. Takan rela diri ini dikalahkan begitu saja olehnya. kuhancurkan dia kalau sampai berani menyentuh kulitku. kubuat dia tak berdaya saat ada di depanku. meski harus kupasang muk sangar tak peduli. Keinginan untuk menang sudah terlanjur membara dalam dada ini.
 
         Angkot biru yang warnanya mulai pudar disana-sini, juga bekas dempul tampak jelas pada setiap lingirnya. Tanpa musik, tanpa pengukur kecepatan, tanpa sabuk pengaman juga tentunya. Maklum. kuhentikan ida dengan sekali saja melambaikan tangan. tepat di depan gerbang Universita Pembangunan Arema  (UPA) Kota Malang.