Dayak Benuaq Kalimantan Timur
Perbandingan bahasa Dayak Benuaq
Dengan Bahasa Lain di Indonesia
|
No
|
Bahasa
indonesia
|
Dayak
|
Jawa
|
Minang
|
||
|
1
|
Satu
|
Erai
|
Siji
|
Ciek
|
|
|
|
2
|
Dua
|
Duaq
|
Loro
|
Duo
|
|
|
|
3
|
Tiga
|
Tolu
|
Telu
|
Tigo
|
|
|
|
4
|
Empat
|
Opat
|
Papat
|
Ampek
|
|
|
|
5
|
Lima
|
Limaq
|
Lima
|
Limo
|
|
|
|
6
|
Enam
|
Jawetn
|
Enem
|
Anam
|
|
|
|
7
|
Tujuh
|
Turu
|
Pitu
|
Tujuah
|
|
|
|
8
|
Delapan
|
Walo
|
Wolu
|
Lapan
|
|
|
|
9
|
Sembilan
|
Sie
|
Sanga
|
Sambilan
|
|
|
|
10
|
Sepuluh
|
sepuluh
|
Sepuluh
|
Sapuluah
|
|
|
Begitulah
beberapa kata dalam bahasa dayak jika dibandingkan dengan bahasa lain di
Indonesia, maka akan terlihat persamaan dan perbedaanya. Ada beberapa yang menyerupai
bahasa Indonesia, dan beberapa diantaranya juga serupa dengan bahasa jawa,
namun terdapat perbedaan dalam penyebutanya, ini tidak terlepas dari dialek
yang berkembang pada masyarakat Dayak yang secara awam akan terdengar tegas,
bahkan ketika mendengar mereka bercakap-cakap seakan kita sedang menonton film
Thailand, hehe. Kadang pikirku apakah mereka ada hubungan kekerabatan dengan
Kun Nam (tokoh dalam serial the Litle
Thing called Love). Ah entahlah, karena selain dari aksentuasi bahasa,
wajah mereka juga mirip dengan Top (tokoh film Top Secret 2012). Kadang khayalanku tentang orang Dayak menggelitik
keinginanku untuk tahu lebih banyak tentang asal-usul, serta kebudayaan mereka
Berdasarkan beberapa buku yang
saya abaca bahwa Suku Dayak yang ada di Kalimantan termasuk dalam ras…… yang
merupakan ras besar yang mendiami sebagian wilayah……
Ras Ini memiliki
cirri fisik yang khas, yaitu diantaranya berkulit putih, mata sipit, tinggi
badan rata-rata laki-laki antara 160-170 cm, dan wanita antara 145-165 cm.
Subunsur
kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat Dayak juga khas, ini karena
dipengaruhi oleh factor lingkungan hidup. Rata-rata suku Dayak bertempat
tinggal di sepanjang aliran sungai Mahakam dan Barito, serta beberapa anak
sungai yang ada di Kalimantan. Maka dari itu kehidupan mereka tidak jauh dari
sungai,mulai dari hal sederhana seperti mandi, mencuci, kakus, kegiatan ini
akan banyak kita jumpai pada waktu pagi setelah matahari terbit dan pada senja
menjelang matahari terbenam. Seolah-olah ini adalah ritual wajib yang telah
melekat kuat bagi para penganutnya, hehe. Siang harinya kaum pria turun ke
sungai untuk menangkap ikan. Bagi sebagian masyarakat Dayak ikan adalah makanan
pendamping nasi yang wajib ada dalam setiap waktu makan tiba.
Lebih
besar dari itu sungai juga menjadi sangat penting. Lihat saja sistem
transportasi tradisional yang ada, perahu merupakan alat transportasi vital,
untuk berbagai keperluan seperti mengangkut hasil pertanian, mengangkut ternak,
mengangkut anak sekolah, mengangkut Ibu-ibu yang mau ke pasar, mengangkut guru
yang mau mengajar, mengangkut petani yang mau nugal (menebar benih), dan
mengangkut bujang lapuk yang mau menemui kekasihnya yang tengah bekerja di warung
penjual umbut (rotan muda) di percabangan sungai pahu yang mulai mongering
karena kemarau berkepanjangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar