group

group

Selasa, 18 Desember 2012

PENGERTIAN DAN DEFINISI PUISI


Sebuah puisi merupakan ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya dalam satu bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu. Secara garis besar, sebuah puisi terdiri atas 7 unsur, yaitu: tema, suasana, imajinasi, amanat, nada, suasana, dan perasaan. Sedangkan prinsip dasar sebuah puisi adalah berkata sedikit mungkin, tetapi mempunyai arti sebanyak mungkin.
 
 
Berikut ini adalah pengertian dan definisi puisi:
 
# HERMAN J. WALUYO
Puisi adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.
 
# SUMARDI
Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif)
 
# HERMAN J. WALUYO
Puisi adalah genre sastra yang paling banyak menggunakan kata kias
 
Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya
 
 
# JAMES REEVES
Puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat
 
 
# THOMAS CARLYLE
Puisi merupakan ungkapan pikiran yang bersifat musikal 
 
# PRADOPO, 1995:7
Puisi merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan
 
# HERBERT SPENCER
Puisi merupakan bentuk  pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan 
 
# DUNTON
Puisi adalah pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa serta berirama seperti musik)

INDUKSI MATEMATIKA


Induksi matematika merupakan pembuktian deduktif, meski namanya induksi. Induksi matematika atau disebut juga induksi lengkap sering dipergunakan untuk pernyataan-pernyataan yang menyangkut bilangan-bilangan asli.
Pembuktian cara induksi matematika ingin membuktikan bahwa teori atau sifat itu benar untuk semua bilangan asli atau semua bilangan dalam himpunan bagiannya. Caranya ialah dengan menunjukkan bahwa sifat itu benar untuk n = 1 (atau S(1) adalah benar), kemudian ditunjukkan bahwa bila sifat itu benar untuk n = k (bila S(k) benar) menyebabkan sifat itu benar untuk n = k + 1 (atau S(k + 1) benar).

1. Notasi sigma
Buktikan :
sum{k=1}{n}{3k^2}=3sum{k=1}{n}{k^2}

Bukti :
sum{k=1}{n}{3k^2}=3(1^2)+3(2^2)+3(3^2)+cdots~cdots+3(n^2)
sum{k=1}{n}{3k^2}=3({1^2}+{2^2}+{3^2}+cdots~cdots+{n^2})
sum{k=1}{n}{3k^2}=3sum{k=1}{n}{k^2}(terbukti)
2. Induksi matematika
Buktikan :
1+2+3+cdots~cdots+~n~=~{1/2}n(n+1)
Bukti :
1+2+3+cdots~cdots+~n~=~{1/2}n(n+1)
berlaku untuk n = 1 karena ruas kiri dan ruas kanan menghasilkan 1
andaikan
1+2+3+cdots~cdots+~n~=~{1/2}n(n+1)
berlaku untuk n = k, sehingga :
1+2+3+cdots~cdots+~k~=~{1/2}k(k+1)
maka untuk n = k+1 ruas kiri akan memperoleh bentuk :
1+2+3+cdots~cdots+~k~+~(k+1)~=~{1/2}k(k+1)+(k+1)
1+2+3+cdots~cdots+~k~+~(k+1)~=~(k+1)({1/2}k+1)
1+2+3+cdots~cdots+~k~+~(k+1)~=~{1/2}(k+1)(k+2)
di ruas kanan : {1/2}k(k+1) jika k diganti oleh k + 1, maka akan menghasilkan :
{1/2}(k+1)(k+2) sama dengan ruas kiri.

RPP




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNTUK SISWA KELAS 5 SEMESTER 2

Disusun untuk memenuhi tugas mata kulliah Pengembangan Kurikulum
Dosen pengampu Dra. Sumilah, M.Pd




Oleh
Darmono         (1401410024)



PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Mata pelajaran                 : Ilmu Pengetahuan Alam
Satuan pendidikan          : Sekolah Dasar
Kelas/semester                                : 5/II
Alokasi waktu                    : 2 X 35 menit (satu kali pertemuan)

A.      STANDAR KOMPETENSI
Energi dan perubahanya
5. memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi, serta fungsinya
B.      KOMPETENSI DASAR
5.2 menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan cepat
C.      INDIKATOR
1.       Menyebutkan pengertian pesawat sederhana
2.       Menjelaskan kegunaan pesawat sederhana
3.       Menggunakan pesawat sederhana

D.      TUJUAN PEMBELAJARAN
1.       Disajikan beberapa gambar, siswa dapat menyebutkan pengertian pesawat sederhana sesuai pemahamanya.
2.       Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan kegunaan pesawat sederhana dengan benar.
3.       Disajikan alat peraga berupa katrol dan tali, siswa dapat menggunakanya dengan benar.
E.       MATERI AJAR
Pesawat sederhana
F.       METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
Metode                               : pengamatan, percobaan
Model                   : pembelajaran kontekstual

G.     KEGIATAN INTI
Pra kegiatan
-          Salam
-          Do’a
-          Presensi
1.       Kegiatan awal (10 menit)
-          Apersepsi : guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan, model yang akan digunakan serta manfaat yang akan didapatkan setelah pembelajaran.
2.       Kegiatan inti
1)      Ekplorasi
-          Guru  bertanya kepada siswa” anak-anak siapa yang dirumah memiliki sumur?, bagaimana cara mengambil air dari dalam sumur?
-          Siapa diantara kalian yang pernah bermain jongkat-jangkit?, menurut kalian mengapa kok kalian bisa naik dan turun?
-          Siswa diperlihatkan gambar-gamar pesawat sederhana yang ada di sekitar

2)      Elaborasi (35 menit)
-          Siswa mengamati katrol timba sumur beserta tali yang dibwakan oleh guru.
-          Siswa mencatat komponen-komponen yang ada dalam alat tersebut.
-          Siswa saling bertukar informasi dengan teman sekelasnya
-          Beberapa siswa mempresentasikan catatan hasil pengamatan dan mempraktekan cara kerja timba sumur yang telah diamati

3)      Konfirmasi (10 menit)
-          Guru meluruskan jawaban siswa dalam presentasi dan menerangkan secara rinci tentang pesawat sederhana.
-          Guru bersama siswa membuat kesimpulan sementara tentang hasil diskusi
3.       Kegiatan akhir
-          Siswa mengerjakan soal evaluasi
-          Siswa yang mencapai KKM membaca materi pengayaan
-          Siswa dengan nilai dibawah KKM mengerjakan remidial
-          Guru menutup pembelajaran

H.      SUMBER BELAJAR
BSE IPA, Heri Sulistyanto, Pusat perbukuan Depdikbud
I.        MEDIA PEMBELAJARAN
-          Gambar
-          Katrol timba beserta talinya
-          LKS
-          Buku paket
J.        PENILAIAN
1.       Bentuk
2.       Jenis
3.       Teknik


Semarang, 5 Desember 2012
Kepala Sekolah                                                         guru kelas


Suhendar                                                                    Darmono
NIP. 121324383538                                                  NIM. 1401410024

Kamis, 27 September 2012


PENGERTIAN PENDIDIKAN

(Pengertian Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara) – Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, 1889 – 1959) menjelaskan tentang pengertian pendidikan  yaitu: “Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti ( karakter, kekuatan bathin), pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya”.

John Stuart Mill (filosof Inggris, 1806-1873 M) menjabarkan bahwa Pendidikan itu meliputi segala sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang untuk dirinya atau yang dikerjakan oleh orang lain untuk dia, dengan tujuan mendekatkan dia kepada tingkat kesempurnaan.

Pendidikan, menurut H. Horne, adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.

John Dewey, mengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup.

Hal senada juga dikemukakan oleh Edgar Dalle bahwa Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang.

Thompson mengungkapkan bahwa Pendidikan adalah pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran dan sifatnya.

Ditegaskan oleh M.J. Longeveled bahwa Pendidikan merupakan usaha , pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak agar tertuju kepada kedewasaannya, atau lebih tepatnya membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.

Prof. Richey dalam bukunya ‘Planning for teaching, an Introduction to Education’ menjelaskan Istilah ‘Pendidikan’ berkenaan dengan fungsi yang luas dari pemeliharaan dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat terutama membawa warga masyarakat yang baru (generasi baru) bagi penuaian kewajiban dan tanggung jawabnya di dalam masyarakat.

Ibnu Muqaffa (salah seorang tokoh bangsa Arab yang hidup tahun 106 H- 143 H, pengarang Kitab Kalilah dan Daminah) mengatakan bahwa : “Pendidikan itu ialah yang kita butuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita seperti makanan dan minuman, dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal dan rohani.”

Plato (filosof Yunani yang hidup dari tahun 429 SM-346 M) menjelaskan bahwa Pendidikan itu ialah membantu perkembangan masing-masing dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang memungkinkan tercapainya kesemurnaan.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, 1991:232, tentang Pengertian Pendidikan, yang berasal dari kata “didik”, Lalu kata ini mendapat awalan kata “me” sehingga menjadi “mendidik” artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Dari beberapa Pengertian Pendidikan diatas dapat disimpulkan mengenai Pendidikan, bahwa Pendidikan merupakan Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain” (Langeveld).


BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:

1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

2. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

3. Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

4. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

5. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.

6. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

7. Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

8. Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.

9. Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

10. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

11. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

12. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.

13. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.

14. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

15. Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain.

16. Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat.

17. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

18. Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah.

19. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

20. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

21. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan Pendidikan.

22. Akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan program dalam satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

23. Sumber daya pendidikan adalah segala sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga kependidikan, masyarakat, dana, sarana, dan prasarana.

24. Dewan pendidikan adalah lembaga mandiri yang beranggotakan berbagai unsur masyarakat yang peduli pendidikan.

25. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.

26. Warga negara adalah warga negara Indonesia baik yang tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

27. Masyarakat adalah kelompok warga negara Indonesia nonpemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan.

28. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.

29. Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, atau pemerintah kota.

30. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan nasional.


BAB II
DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN


Pasal 2

Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pasal 3

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Rabu, 19 September 2012

penerapan teori Bruner


MENGAJARKAN PENGURANGAN BILANGAN DENGAN TEORI BRUNER
KD : melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20
1.    Tahap Enaktif
Pada tahap enaktif ini, siswa memperagakan secara langsung konsep tentang pengurangan. Berkut langkah-langkah pengurangan bilangan sampai 20, misalnya mengajarkan 8 - 5 = 3 :
·      Siswa diminta mengambil 8 kelereng kemudian diletakkan ke dalam gelas
·      Kemudian siswa diminta menyebutkan kelereng yang sudah dimasukkan ke dalam gelas
·      Siswa diminta mengambil 5 kelereng dari dalam gelas
·      Siswa diminta membilang sisa kelereng yang masih berada di dalam gelas
2.    Tahap Ikonik
Tahap ikonik bisa dikatakan sama dengan tahap enaktif, bedanya, ketika di tahap enaktif menggunakan benda konkrit berupa kelereng, pada ikonik menggunakan gambar (berupa gambar kelereng).
·      Siswa diminta membuat gambar kelereng di atas kertas sejumlah 8 buah
·      Siswa diminta menghitung gambar kelereng yang tadi sudah digambar di atas kertas
·      Siswa diminta mencoret 5 gambar kelereng yang ada
·      Siswa diminta membilang siswa gambar kelereng yang belum dicoret
3.    Tahap Simbolik
·      Pada tahap ini, siswa tidak lagi menggunakan benda langsung maupun gambar dari benda tersebut. Akan tetapi, ketika siswa akan belajar bagaimana 8 – 5 = 3, maka langsung dituliskan 8 – 5 = 3

Jumat, 17 Agustus 2012

Syiir tanpo waton


Lirik syiir tanpo waton

 أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا *  أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا

وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا
* رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا  

 يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
  *  ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ

( يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ
*  يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ عَطْفَةً


Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)

Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji kepada Tuhan)

Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)

Rino wengine tanpo pitungan 2X …. (siang dan malamnya tanpa terhitung)

Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)

Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)

Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)

Tembe mburine bakal sengsoro 2X …. (esok hari bakal sengsara)

Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)

Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)

Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)

Yen isih kotor ati akale 2X …. (jika masih kotor hati dan akalnya)


Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)

Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)

Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)

Mulo atine peteng lan nisto 2X … (maka hatinya gelap dan nista)

Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)

Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)

Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)

Baguse sangu mulyo matine 2X …. (bagusnya bekal mulia matinya)

Kang aran sholeh bagus atine …. (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)

Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)

Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)

Ugo haqiqot manjing rasane 2 X … (juga hakikat meresap rasanya)

Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al Qur’an qodim wahyu mulia)

Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)

Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru mumpuni)

Den tancepake ing jero dodo 2X … (ditancapkan di dalam dada)

Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)

Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)

Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman)

Minongko dalan manjinge iman 2 X … (sebagai sarana jalan masuknya iman)

Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (Kepada Alloh Yang Maha Suci)

Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)

Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)

Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X … (dzikir dan suluk jangan sampai lupa)

Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)

Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)

Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)

Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)

Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)

Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)

Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rosul yang mulia)

Nabi Muhammad panutan kito 2x …. (Nabi Muhammad tauladan kita)

Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)

Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Allah yang akan mengangkat derajatnya)

Senajan asor toto dhohire … (Walaupun rendah tampilan dhohirnya)

Ananging mulyo maqom drajate 2X … (namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)

Lamun palastro ing pungkasane … (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)

Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)

Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)

Utuh mayite ugo ulese 2X … (utuh jasadnya juga kain kafannya)


ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ * يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ

عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ * يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ


Kamis, 16 Agustus 2012

Kisah Nabi Ayub As.

kisah nabiAyub As.
      Nabi Ayub As. adalah putra Ish bin Ishak bin Ibrahim. nabi Ayub adalah seorang yang kaya raya. isterinya banyak, anaknya banyak, hartanya melimpah ruah dan ternaknya tak terbilang jumlahnya

Senin, 13 Agustus 2012

kisah si udik

Yang Masih di Ujung Pena
           Entah dari mana ini akan mulai ku tulis, sebuah harapan muncul di benak seorang pemuda yang masih haus akan kehebatan alam semesta. Banyak hal yang ingin diraih. Ingin menguasai ilmu agama, ingin menguasai teknik otomotif, teknik komputer, musik, dan yang tak pernah surut adalah keinginanya untuk selalu mengembangkan akademik. Satu jenjang sedang di jalani yaitu program pendidikan dasar strata satu, suatu jenjang yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. kini kujalani hari-hari yang beda dengan yang dulu. meskipun tanpa modal dan gaya kini melekat di diri ini jiwa seorang mahasiswa yang katanya "golongan intelek" (alai). Namun tak mau jumawah aku tetap menjadi anak desa yang pergi sebentar keluar rumah untuk mencari rumput bakal pakan ternak di kandang.

Jumat, 10 Agustus 2012

DESA KALIBOMBONG

kalibombong 

kalibombong, kecamatan kalibening, kabupaten Banjarnegara

Terdiri dari berbagagi dusun:
1. Kalibombong
2. Panumping
3. Margasari
4. Bandingan

Terdapat sungai:
1. kalibombong
2. kali kecepit
3. kali siratan
4. kali bendungan
5. kali Lo
6. Kali Legok
7. Kali Dadap
8. kali Banaran
9. kali Krobokan
10. kali wetan (wetane pak supri)

Terdapat Gunung:
1. Gunung Gundil
2. Gunung Siratan
3. Gunung Cilik Lumbir
4. Gunung Mendala